Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

Pesan Terakhir dari Ruang Gawat Darurat (Sesal, diakhirnya)


PESAN TERAKHIR




‎Pesan terakhir seorang sahabat dari ruang ICU ...

Kemarilah… Kemarilah,… jangan tanya `apa kabar` kepadaku hari ini, hee…
karena kau tau sendiri semua kabel dan obat- obat ini membuatku pusing.
kalau kau tanya apa yang paling aku butuhkan saat ini… pengampunan.
Pengampuann dari Tuhan dan orang- orang yang aku menyayangi aku, tapi yang selama ini tidak banyak aku bahagiakan. ternyata aku baru tahu, setiap nafas begitu berharga. hanya orang yang bodoh yang tidak menghargai semua itu.
Lihatlah aku.!!!
maut sudah didepan mataku, apalagi yang bisa kuperbuat.
Jika saja sekarang aku masih bisa berlari dan berjalan, hanya satu keinginanku untuk mengisi setiap nafas dan langkahku dengan zikir dan doa serta prasangka yang baik kepada sang maha kuasa.
Uang yang selama ini aku kumpulkan siang dan malam, ternyata tidak menemaniku kecuali hanya sebentar.
Hanya kasih sayang keluarga dan pengasihan sang maha kuasa yang membuatku masih hidup sampai sekarang.

Dahsyatnya Sakaratul Maut, Siapkah kita untuk menghadapinya ?


Dahsyatnya Sakaratul Maut



“Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa  orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta  berkata, “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.” (niscaya  kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).
“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang  yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil  berkata), “Keluarkanlah nyawamu !” Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan  terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”. (Qs. Al- An’am : 93).
“Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya  dipukul pedang”. (H.R. Ibnu Abu Dunya).
Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan  orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Alloh, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara  kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa  terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.

“BACALAH”


“BACALAH”






Banyak ayat Al-Quran yang menyuruh kita membaca alam raya ini dan memikirkan kejadian-kejadian yang ada di sekitar kita. Inti dari semua ini adalah Tuhan menyuruh kita untuk belajar melihat apa yang tersirat, jangan hanya puas dengan yang tersurat saja. Kerugian yang dialami oleh orang yang tidak bisa membaca yang tersirat, mungkin dapat direnungkan dari pengalaman yang dialami seekor burung gereja berikut ini:
Ada seekor burung gereja yang sedang terbang di musim salju. Karena mengalami kedinginan yang amat sangat, sayapnya membeku sehingga tidak bisa dikepakkannya lagi. Ia pun jatuh di sebuah tanah lapang. Setelah beberapa lama terbaring kedinginan, maka tiba2 lewat seekor sapi yang tanpa sengaja membuang kotorannya tepat menimpa badannya. Kontan sumpah serapah pun segera meluncur keluar dari mulut mungilnya !!!

teka teki Imam Ghazali


teka teki Imam Ghazali




Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya ( Teka-Teki ) :
Imam Ghazali = ” Apakah yang paling dekat dengan diri kita didunia ini?”
Murid 1 = ” Orang tua ”
Murid 2 ” Guru
Murid 3 = ” Teman ”
Murid 4 = ” Kaum kerabat
Imam Ghazali = ” Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).

Apa Pantas Berharap Surga?


Jadikan sbg introspeksi, demi 

membaiki diri…





  • Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: “Kalau tidak terlambat” atau “Asal nggak bangun kesiangan”. Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?
Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.

  • Baca Qur’an sesempatnya, tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?

ALASAN APA LAGI?


ALASAN APA LAGI……?




Tatkala seorang yang kaya raya ditanya.
Mengapa engkau tidak beribadah….?
Sang hartawan beralasan bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena seluruh waktunya dihabiskan untuk mengurusi kekayaanya.
Mungkin ia lupa, bahwa dirinya sebenarnya tidaklah lebih kaya dari nabi Sulaeman as. Yang justru menjadi semakin bertakwa dengan bertambah kekayaannya.
ALASAN APA LAGI……?
Pertanyaan serupa ditujukan pada seorang karyawan.
Mengapa engkau tidak beribadah….?

Tantangan Iman


Tantangan Iman




Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Berbahagialah orang yang melihatku dan beriman kepadaku”.
Kemudian Nabi SAW meneruskan sabdanya,
“Berbahagialah orang yang beriman kepadaku padahal tidak pernah melihatku”.
Rasulullah yang mulia meneruskannya, ”Orang yang imannya paling menakjubkan adalah kaum yang datang sesudah kalian.
Mereka beriman kepadaku, walaupun mereka tidak melihatku.  Mereka benarkan aku tanpa pernah melihatku.  Mereka temukan tulisan dan beriman kepadaku.  Mereka amalkan apa yang ada dalam tulisan itu.  Mereka bela aku seperti kalian membela aku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan ikhwanku itu ! “.

TANTANGAN IMAN

“Wahai manusia, siapakah makhluk Allah yang imannya paling menakjubkan (man a’jabul khalqi imanan) ? “. Demikian pertanyaan Nabi Muhammad kepada sahabatnya di suatu pagi.
Para sahabat langsung menjawab, “Malaikat ! “.

Rasulullah SAW & Pengemis Yahudi


Rasulullah SAW & Pengemis Yahudi




Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,”Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”.
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.  Setelah wafatnya Rasulullah SAW, praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW, dan beliau bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”.
Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”.