Tampilkan postingan dengan label Kajian Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islami. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Mei 2012

QALB & TASKIYATUN NAFS

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu'alaikum wrwb

Saudara-Saudaraku tercinta

QALB ( qalbu ) dan TASKIYATUN NAFS (membersihkan/mensucikan jiwa)

Semoga kita senantiasa berada dalam genggaman kekuasaan, Rahman dan Rahim NYA aamiin yaa Rabb. Kemudian daripada itu  itu izinkan kami menyampaikan  Firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ( QS 2:10 ) :

Dalam hati manusia itu ADA PENYAKIT,lalu ditambah oleh Allah penyakitnya;dan bagi mereka siksa yang pedih,disebabkan mereka berdusta

Maha Benar Allah dengan segala firman NYA

Mari kita simak pula Hadist Rasulullah SAW :
Ketahuilah,sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging,yang apabila baik maka baik pulalah tubuh manusia itu. Apabila rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh manusia tersebut. Segumpal daging itu adalah QALB/QALBU ( Muttafaq Allaih )

Minggu, 01 April 2012

CERMIN DIRI


CERMIN DIRI

Oleh KH. Abdullah Gymnastiar





Melepas Belenggu Kekikiran
Dalam keseharian kehidupan kita, begitu sangat sering dan nikmatnya ketika kita bercermin. Tidak pernah bosan barang sekalipun padahal wajah yang kita tatap itu-itu juga, aneh bukan?! Bahkan hampir pada setiap kesempatan yang memungkinkan kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Sebabnya kurang lebih karena kita ingin selalu berpenampilan baik, bahkan sempurna. Kita sangat tidak ingin berpenampilan mengecewakan, apalagi kusut dan acak-acakan tak karuan.
Sebabnya penampilan kita adalah juga cermin pribadi kita. Orang yang necis, rapih, dan bersih maka pribadinya lebih memungkinkan untuk bersih dan rapih pula. Sebaliknya orang yang penampilannya kucel, kumal, dan acak-acakan maka kurang lebih seperti itulah pribadinya.
Tentu saja penampilan yang necis dan rapih itu menjadi kebaikan sepanjang niat dan caranya benar. Niat agar orang lain tidak terganggu dan terkecewakan, niat agar orang lain tidak berprasangka buruk, atau juga niat agar orang lain senang dan nyaman dengan penampilan kita.

Anak Sebagai Amanah dan Lahan Tafakur


Anak Sebagai Amanah dan Lahan Tafakur


Penulis : KH Abdullah Gymnastiar



Kondisi bangsa kita yang sedang sakit ini adalah sebuah cerminan bahwa keluarga-keluarga yang membentuk bangsa kita ini kurang sehat karena siapapun yang menjadi penyebab rusaknya negeri ini dulunya pasti anak-anak yang sempat dididik dalam sebuah keluarga.
Dua hal yang bisa kita ambil hikmah mengapa negeri kita diuji seperti ini.
Pertama, nila-nilai yang berlaku di keluarga-keluarga yang ada di bangsa kita tidak tepat.
Kedua, sistem pendidikan yang diterapkan di negeri ini juga belum tepat, sehingga harus dievaluasi ulang.
Menyalahkan, mengutuk dan mencaci tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Kalau kita belum bisa mengubah negara, marilah kita mulai dari mengubah keluarga kita. Peran anak bagi orang tua adalah sebagai amanah, cobaan, lahan tafakur, investasi pahala, dan indikator kesuksesan dunia akhirat.

Jumat, 30 Maret 2012

SIAPAKAH AHLI KITAB?


SIAPAKAH AHLI KITAB ?

by: HA




Bismillaahirrahmaanirrahiim.. 
Alhamdulillah, hendaknya senantiasa kita memanjatkan syukur atas begitu banyaknya nikmat yang tak terhitung yang telah Allah berikan kepada kita dan semoga kita semua mendapat Rahmat dan BimbinginNya, Aamiin..
Menjawab soal ini, pada umumnya dan bahkan sudah menjadi pemahaman (mind set) yang tdk bisa ditolak kebenarannya bahwa yang dimaksud Ahli Kitab adalah tertuju kepada Yahudi dan Nasrani. Dari pemahaman yang sudah umum tersebut, disini akan dikemukakan pemahaman yang mungkin berbeda. Pemahaman yang berbeda ini bukanlah bermaksud ingin menjustifikasi atau mengklaim ini yang benar dan itu yang salah, akan tetapi dalam rangka mencari dan menggali ilmu sehingga nantinya diharapkan mendapatkan benang merah dan didapatkan tujuan yang kita dambakan yaitu mendapatkan Ridho Allah dalam menjalankan Islam. Karena Islamlah Agama yang di Ridhoinya.
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Ali-`Imraan : 19)

DO'A PANJANG UMUR???


DO’A PANJANG UMUR & UNSUR YANG MENYERTAINYA 

SERTA PENGARUHNYA

by: HA



Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Alhamdulillah, hendaknya senantiasa kita memanjatkan syukur atas begitu banyaknya nikmat yang tak terhitung yang telah Allah berikan kepada kita dan semoga kita semua mendapat Rahmat dan BimbinginNya, Aamiin..

Sewaktu sekolah di Taman Kanak-kanak yang ketika itu kurang lebih berusia lima tahun (tahun 1979), saya pernah merasakan betapa senangnya menghadiri undangan Ulang Tahun dari teman. Sebelum acara dimulai, bangku-bangku sudah tertata rapih dengan hiasan-hiasan balon-balon, kertas beraneka warna yang ditempel di dinding-dinding dan dengan diiringi nyanyian kaset dengan model suara micky mouse. Tak ketinggalan kue ulang tahun yang telah disiapkan diatas meja yang cantik sekali bentuknya, ada lilin diatasnya yang berbentuk angka atau lilin satuan (tidak berbentuk angka) yang dijejerkan sesuai usia yang dirayakannya.
Setelah memasuki waktu sesuai jam yang tertulis pada undangan, acarapun dimulai. Satu per satu tamu undangan datang dengan mengenakan baju yang lucu-lucu dan pastinya ditemani oleh orang tua atau pembantunya atau siapalah yang mengantarkan. Sungguh suasana yang membuat senang, riang gembira, bertepuk tangan dan bernyanyi. Puncaknya, yang berulang tahun memotong kue dan meniup lilin yang telah dinyalakan sambil bernyanyi “Panjang umurnya…panjang umurnya serta mulia..bla, bla, bla.. .
Waktu demi waktu berjalan entah sudah berapa banyak saya menghadiri acara Ulang Tahun. Bahkan pada saat duduk dibangku SD, dalam rangka memeriahkan hari kelahiran, sayapun mengadakan acara itu. Dan seterusnya acara ini tetap berlangsung sampai saat ini, dan mungkin sebelum saya merasakan semua ini, sudah berlangsung semenjak orang tua kita atau mungkin sebelum-sebelumnya dan entah kapan pastinya acara ini sudah ada di tengah-tengah kita.

NABI MUHAMMAD BUTA HURUF?


NABI MUHAMMAD BUTA HURUF?





PENDAHULUAN

Ada orang-orang yang beranggapan bahwa Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis atau buta huruf. Dengan anggapan seperti itu, mereka yakin bahwa Al Qur’an benar-benar asli dari Allah dengan alasan bahwa tidak mungkin Al Qur’an dibuat oleh orang yang buta huruf. Demikian kira-kira yang penulis pernah ketahui beritanya. Setelah merenung-renung, penulis menjadi tidak percaya dengan anggapan tersebut. Tidak mungkin seorang Rasul Allah tidak bisa membaca dan menulis.Yang menjadikan penulis tidak percaya bahwa Nabi Muhammad adalah seorang buta huruf adalah sebagai berikut. Pertama, Rasul Allah akan menjadi bergantung pada orang lain yang tidak buta huruf. Padahal, tidak satu ayat pun dalam Al Qur’an menyebutkan juru tulis dan juru baca sebagai pembantu Rasul Allah yang mendampinginya. Yang lebih tidak mungkin lagi adalah bahwa Rasul Allah kemudian malah harus beriman atau percaya pada juru tulis dan juru baca karena Rasul Alah tidak bisa mengecek yang ditulis mereka. Padahal, manusia yang diperintahkan oleh Allah untuk diimani hanyalah Rasul Allah.
Kedua, Rasul Allah adalah teladan. Bagaimana mungkin seorang teladan tetapi buta huruf? Bukankah Rasul Allah menerima kitab yang harus dibaca manusia? Kalau Rasul-Nya tidak bisa membaca, mengapa orang lain disuruh membaca Al Qur’an? Bukankah Rasul-Nya tidak pernah membacanya karena buta huruf? Jadi, tidak mungkin Rasul Allah buta huruf.
Ketiga, perlu diingat bahwa Rasul Allah adalah simbol Allah. Artinya, Rasul Allah bekerja atas nama Allah. Rasa-rasanya, tidak mungkin simbol Allah itu akan dijadikan ejekan orang karena dirinya hanya seorang buta huruf. Keempat, tidak mungkin manusia pilihan yang kehadirannya di muka bumi sudah lama direncanakan Allah dan disebutkan dalam kitab sebelum Al Qur’an hanyalah seorang buta huruf. Kelima, menurut cerita, Nabi Muhammad terlahir dalam keluarga terpandang sehingga sangat mungkin mendapatkan pendidikan yang baik dalam lingkungan keluarganya. Dalam pendidikan tersebut tentu ada pelajaran membaca dan menulis. Keenam, sebagai pedagang, tentulah beliau akan mencatat barang dagangan dan uang atau membaca dan menulis perjanjian perdagangan.
Sehubungan dengan hal di atas, penulis ingin mengaji Al Qur’an, walaupun hanya terjemahan, untuk membuktikan bahwa Rasul Allah tidak buta huruf. Al Qur’an terjemahan yang digunakan akan disebutkan versinya.

BELAJAR DARI KEMATIAN


BELAJAR DARI KEMATIAN




Kehidupan manusia akan berakhir pada sebuah titik, yaitu kematian. Terbukti kematian telah merenggut ribuan bahkan jutaan nyawa setiap saat. Dalam Al-Qur’an kematian disinggung dalam banyak ayat, misalnya dalam Surat Al Ankabut (29) : 57 :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.
Tak ada yang kuasa untuk menolak kematian yang telah datang menghampirinya. Hanya kekuasaan Allah lah yang berlaku saat itu dan hanya kepada-Nya setiap manusia berharap. Sayangnya, tak banyak orang mengambil pelajaran dari sebuah kematian dengan membekal diri dengan ‘amal kebaikan untuk menyongsong kematian.
Kematian dianggap sebagai peristiwa biasa yang kebetulan saja terjadi. Lalu secara tiba-tiba mereka merasakan ketakutan yang luar biasa pada saat kematian itu datang kepadanya. Sebab mereka tak pernah mempersiapkan diri untuk menghadapi peristiwa yang pasti datang itu. Mesti mereka tahu bahwa kematian tak dapat dihindari.

MA’RIFATUL INSAN


MENGENAL DIRI




 A. PRINSIP PENCIPTAAN MANUSIA
Allah SWT berfirman :
Al-Insaan:001  
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Maryam:067  
Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
Kedua ayat di atas dimulai dengan kalimat istifham yang menuntut perhatian supaya manusia memikirkan diri dan proses kejadiannya, sehingga dengan itu, ia akan berlaku dengan benar dalam kehidupan di dunia ini sesuai dengan fungsi dan tujuan penciptaannya.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Pada mulanya ia bukanlah apa-apa, tidak ada, tidak berwujud dan tidak berbentuk. Kemudian atas kehendak-Nya, ia diciptakan.
Ihwal penciptaan manusia ini, menunjukkan ke Maha Kuasaan Allah. Hal ini harusnya menjadi renungan manusia, betapa tanpa kekuasaan_nya, dirinya bukanlah apa-apa.